Pulang sebagai Lawan

Madura United FC - Usai melawan Arema FC (10/2) sore, Timnas Indonesia U22 akan menjalani ujicoba dengan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (12/2) malam. Laga tersebut akan menyisakan kesan tersendiri bagi salah satu kiper tim tamu Satria Tama Hardiyanto.

Sebab, kiper asal Surabaya ini akan melawan mantan timnya, ialah Laskar Sape Kerrab. Dia sudah dua musim membela klub kebanggaan warga Pulau Garam sejak tahun 2017, diangkut dari Persegres Gersik United.

Kendati demikian, Satria tidak sabar bersua keluarga besar Greg Nwokolo dan kawan-kawan. Pasalnya, dia belum pernah bertemu teman-temannya musim ini, lantaran langsung bergabung bersama besutan Indra Sjafri.

“Itu jelas rindu sekali, saya tidak pernah bergabung dengan teman-teman dan apalagi banyak sekali perombakan sekarang, saya juga belum kenalan sama sekali, ini pasti menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” tutur Satria.

Sementara, besutan Dejan Antonic jalani latihan perdana pada 15 Januari bulan kemarin. Dan, pemusatan latihan pertama Timnas Indonesia berlangsung delapan hari sebelumnya, yaitu 7 Januari.

Di samping itu, pemain yang identik dengan nomor punggung 20 di Timnas Indonesia U22 tersebut belum membela tim ini saat jalani babak 32 besar Piala Indonesia kontra Cilegon United, baik saat kandang ataupun tandang.

Tak ayal, jika pemilik nomer punggung 88 di Laskar Sape Kerrab itu merasa, sangat gatal satu lapangan dengan rekan satu timnya. Meski, besok malam akan bertanding sebagai lawan jika mendapatkan kesempatan bermain.

“Bagaimana ya? Saya tidak terbayang akan bermain melawan mereka, meskipun ini tampaknya seru sekali, saya ingin bertemu dan dulu saya yang meminta Fachruddin untuk jaga lawan sekarang saya harus antisipasi saat dia akan cetak gol ke saya kalau diturunkan,” sambungnya.

Namun, kesempatan Satri merumput pada pertandingan tersebut tampak tipis. Pasalnya, dia sudah turun jadi starter pada pertandingan lawan Singo Edan kemarin sore. Tapi, dia menyimpan asa tetap bertanding meski turun dari bangku cadangan.

“Saya tergantung pelatih, kalau bleh berharapa,tentunya diturunkan dan akan main layaknya saya pemain profesional,” pungkasnya.***