Tertantang Taklukkan Grup Neraka
Persiapan Madura United akan benar-benar diuji dalam penyisihan grup D Piala Presiden 2019. Lantaran, tim yang berbasis di Pulau Garam tersebut menempati grup neraka bersama PSS Sleman (juara Liga 2 2018), Persija Jakarta (juara Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018), dan Borneo FC (7 besar Liga 1 2018).Lalu bagaimana dengan pandangan M. Ridho Djazulie cs? M. Ridho Djazulie“Ini sangat bagus untuk kami, walau berat di grup ini. Insya Allah kami bisa. Yang jelas ini grup yang sangat menarik perhatian.”Engelberd Sani“Persaingan di grup D Piala Presiden yang pastinya grup paling keras, karena di situ ada 2 tim juara liga. PSS Sleman juara Liga 2, Persija Jakarta juara Liga 1 dan Borneo FC juga bagus. Jadi, bagaimanapun,kami harus kerja keras dan fokus, agarsetiap pertandingan meraih hasil yang baik. Saya yakin Madura United bisa memenangkan setiap pertandingan.”Alfath Fathier“Ya, mungkin bisa disebut grup neraka. Tapi kami optimis dapat lolos dari grup ini dan Insya Allah tahun ini Piala Presiden milik Madura United, Amiin.”Andik Rendika Rama“Menurut saya, grup ini salah satu grup yang akan paling seru. Mereka tim yang bagus-bagus dan kuat-kuat.”Marckho Sandy“Grup yang menantang. Bisa menguji kami punya kemampuan selama ini dan tujuan untuk ke liga.”Guntur Ariyadi“Persaingan di grup ini jelas sangat sengit. Semua tim di Piala Presiden, jelas ingin lolos dari fase grup ini. Tim yang kerja keras dan solid, yang bisa memenangkan pertandingan dan juga lolos ke fase berikutnya.”Gufroni Almakruf“Ini adalah grup yang kuat. Dari sini lah, kami bisa melhat kekuatan kami sampai dimana, selama berlatih ataupun bertanding, dan kekompakan tim. Pokoknya semua bekerja keras, Insya Allah diberi hasil yag terbaik buat tim.”***
Soliditas Mulai Menguat
Madura United FC - Kemenangan lima gol tanpa balas atas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Minggu (17/2) malam, menyisakan makna tersendiri bagi tim besutan Dejan Antonic. Tiga dari lima gol yang tercipta di leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia tersebut, murni berasal dari gerak tika-tiki antarpemain.Sehingga tidak dipungkiri, pelatih berusia 50 tahun itu menilai, anak asuhnya sudah mulai padu. Perpaduan antarpemain mulai terbangun. Hasil itu, tidak lepas dari kerja keras di latihan yang dijalani selama ini.“Chemistry anak-anak sudah terbangun dengan baik, lihat gol-gol mereka sangat bagus, karena hasil kerja sama. Saya tidak melihat satu pemain, hanya ingin terlihat menonjon, tapi semuanya kompak,” terang Dejan.Melirik laga pertama di tahun 2019 saat menjamu Cilegon United FC (leg pertama babak 32 besar Piala indonesia) di SGRP Pamekasan, sejatinya Greg Nwokolo cs suda mampu menceploskan dua gol tanpa balas. Namun, satu gol tercipta dari titik putih yang dieksekusi oleh Aleksandar Rakic. Berbeda dengan terjadinya gol Andik Vermansyah kala itu, yang tercipta setelah mendapatkan umpan matang Rakic.Sayang, chemistry lini pertahanan belum begitu terjalin. Tak ayal, Laskar Geger Cilegon mampu mencuri gol lebih awal saat jalani leg kedua kompetisi ini di Stadion Krakatau Steel Cilegon.Lini pertahanan pula yang mendapat ujian berarti saat harus berjuang menerima gempuran Timnas Indonesia U22 saat menit-menit akhir di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) beberapa waktu lalu. Akhirnya di menit 90, Tim Garuda Muda itu mampu mencuri gol. Berbeda dengan kejadian pada Minggu (17/2) malam, lini depan terlihat sangat kompak, seperti yang dipertontonkan trio Aleksandar Rakic, Greg Nwokolo, dan Andik Vermansyah. Ditambah lagi, gelandang serang Zah Rahan Krangar yang mampu berkontribusi banyak via dua umpan kunci yang berakhir gol.Nirbobol yang dicatatakan penjaga gawang Laskar Sape Kerrab M. Ridho Djazulie, menunjukkan lini pertahahan mulai lebih garang. Sebab, dua pertandingan terakhir yang selalu kebobolan sudah mampu diatasi.Menurut pemain yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut, suksesnya cleansheet tidak terlepas dari kesolidan pemain belakang. Antara Jaimerson Xavier, Fandry Imbiri, Andik Rendika Rama, dan Marckho Sandy bisa menyajikan rasa aman tersendiri bagi tim. “Ini buah dari kerja sama tim, kalau pemain belakang dan yang lain tidak bermain bagus di setiap lini terutama pemain bertahan, maka tidak bakalan bisa cleansheet,” tutupnya.***
Menuju Palembang dengan 19 Penggawa
Madura United FC akan melakoni leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia di markas Sriwijaya FC, Kamis (21/2) sore. Guna memastikan tiket babak 8 besar, tim ini memboyong 19 penggawa ke Palembang.Laga tandang kedua di tahun 2019 ini,Madura Uniteddipastikan tak akan diperkuat sejumlah pemain yang cedera, seperti Slamet Nurcahyo, Drey Buyung Panyalay, dan Kadek Raditya Maheswara. Kemudian absennya Satri Tama lantaran sedang membela Timnas Indonesia U22 2019 di Kamboja.Menurut Pelatih Madura United Dejan Antonic, absennya beberapa pemain tersebut, tidak akan memberikan pengaruh signifikan. Seperti biasanya, semua anak asuhnya dinilai berkualitas serta memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.“Ini bukan krisis, jadi absennya mereka bukan memberikan lubang di Madura (United). Karena, posisi kiper kami memiliki yang sepadan. Selain Slamet, kami jugamemiliki pemain yang di posisi yang sama, begitu juga dengan posisi yang lain,” urai Dejan.Posisi penjaga gawang M. Ridho Djazulie yang memang selalu menjadi pilihan utama, juga cukup memungkinkan untuk diperebutkan. Karena, Dejan sangat bebas jika ingin memasang Rafit Ikhwanudin. Ditambah lagi, putaran pertama sudah memiliki modal lima gol tanpa balas yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Senin (17/2).Begitu juga dengan sektor pertahanan, tengah, dan depan, bisa menampilkan yang terbaik. Tak ayal, jika juru taktik berpaspor Serbia itu tidak khawatir, karena mimiliki banyak pilihan pemain yang selalusiap menghiasi line up.“Semakin banyak opsi, akan memudahkan, bukan mempersulit. Sebab, kami ini membawa skuad terbaik untuk leg kedua, kami ingin memastikan posisi di 8 besar (Piala Indonesia),” sambungnya.Sementara, penyerang sayap Gufroni Almakruf sangat antusias dalam lawatan kali ini. Dia berharap bisa menjalani debut di pertandingan resmi bersama tim yang didukung supporter Madura Bersatu ini.Bomber asal Malang itu hanya merumput saat uji coba melawan PS. Fajar Surabaya dan kala Timnas Indonesia U22 menahan imbang Laskar Sape Kerrab di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).“Harapannya diikutkan ke Palembang, bisa mendapatkan kesempatan dan berjanji akan memberikan yang terbaik nantinya. Semoga bias terwujud kali ini, Amiin,” tandasnya.***19 Daftar Pemain ke Palembang- M. Ridho Djazulie (PG)- Rafit Ikhwanudin (PG)- Asep Berlian- Jaimerson Xavier- Fandry Imbiri - Guntur Ariyadi- Fachrudin W Ariyanto- Zah Rahan Krangar- Aleksamdar Rakic- Andik Vermansyah- Greg Nwokolo- Andik Rendika Rama- Alberto Goncalves- Dane Milovanovic- Zulfiandi- Alfath Fathier- Engelberd Sani- Marckho Sandy- Gufroni Almakruf
M. Ridwan Trial Satu Pekan
Madura United FC - kembali menggelar trial penjaga gawang. Kali ini giliran Muhammad Ridwan yang mencoba keberuntungan.Manajer Madura United Haruna Soemitro, kiper tersebut masih belum dipastikan akan berkostum Madura United, karena masih akan dipantau selama satu pekan ini."Dia hanya disepakati akan dilihat kondisinya selama satu minggu, kalau memenuhi standar kami, kenapa tidak," terang mantan ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur ini.Sementara, Ridwan sudah mengikuti latihan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Rabu (13/2) sore, dalam arahan Dejan Antonic. Pemain kelahiran Banten ini juga mendapat kesempatan untuk langsung ambil bagian dalam mini game bersama Rafit Ikhwanuddin dan Fawaid Ansory.Akan tetapi, Pelatih Penjaga Gawang Madura United Kurnia Sandy juga mengaku, belum memastikan tempat di Laskar Sape Kerrab. Lantaran, dia tidak dapat menilai dengan waktu singkat."Saya masih belum bisa berbicara banyak soal dia. Dia baru bergabung dan harus merasakan suasana baru di sini dan pola latihan di sini. Kalau bisa (adaptasi), ya lanjut ataupun tidak," ujar mantan kiper Timnas Indonesia ini usai pimpin latihan.Kurnia Sandy juga mengimbau agar menunjukkan penampilan yang impresif dalam latihan game. Serta, dia harus sangat semangat mengikuti latuhan seoama satu pekan ini.Sedangkan, Ridwan mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan trial bersama Greg Nwokolo dan kawan-kawan. Pasalnya, dia berharap bisa menjadi bagian dari tim ini."Pastinya senang sekali dapat kesempatan menunjukkan kemmapuan di klub besar ini. Harapannya, pasti bisa berlanjut terus musim ini bersama teman-teman baru yabg tadi menyambut saya baik sekali," tuturnya.Sebelumnya, terdapat Dian Agus yang mencoba trial di finalis Piala Gubernur Kaltim (PGK) I 2016 tersebut. Sayang, mantan kiper Tim Garuda itu tidak beruntung dan kini berlabuh ke Persela Lamongan.***
Beto Berpeluang Tampil Lawan Sriwijaya FC
Madura United FC - Striker Madura United Alberto Goncalves yang dipinjam Persija Jakarta dalam mengarungi kualifikasi Liga Champion Asia 2019, memiliki kans membantu Greg Nwokolo dan kawan-kawan pada babak 16 besar Piala Indonesia. Dalam babak 16 besar Piala Indonesia, Madura United dijadwalkan akan menghadapi Sriwijaya FC.Pulangnya pemain yang akrab disapa Beto itu, tidak terlepas dari gagalnya Macan Kemayoran (julukan Persija Jakarta) melaju ke fase kualifikasi terakhir, setelah takluk dari Newcastle Jets Australia,Selasa (12/2) dengan skor 3-1. Hal itu membuat penyerang naturalisasi ini memiliki niat untuk pulang ke Madura United. Diperkirakan, Beto akan tiba di Madura dalam kurun waktu dua hari ini.Sejatinya, kompetisi internasional Bambang Pamungkas cs ini, masih tersisa satu, yakni Piala AFC 2019. Sebab, tim tersebut menjadi juara Liga 1 2018 dan berhak mendapatkan satu slot kompetisi tersebut bersama PSM Makassar.Kendati demikian, ujung tombak berdarah Brasil ini masih menjalin komunikasi dengan manajer Madura United Haruna Soemitro dan agennya untuk membahas peminjaman itu. Jika jasanya tidak dibutuhkan, dia akan kembali ke rumahnya yang sesungguhnya.“Saya masih bicara sama manajer dan sama agen saya. Mungkin saya kembali dua hari ini, mungkin saya sudah kembali ke Madura.Tapi kalau Persija mungkin minta untuk menjadi bagian di Piala AFC. Tidak tahu itu, terserah mereka, pokoknya saya pemain Madura. Saya kembali ke Madura dan latihan di sana,” jelasnya.Sementara rekan satu timnya, Jaimerson Xavier yang juga dipinjam tim besutan Ivan Kolev itu, sudah pulang lebih awal. Pasalnya, dia tidak bisa bermain lantaran hukuman akumulasi kartu musim lalu dan masih belum memperpanjang kartu izin tinggal sementara (kitas).Soal sinyal kembalinya Beto, Pelatih Madura United Dejan Antonic menyambut dengan baik, karena bisa cukup membantu Madura United dengan jam terbangnya yang sudah banyak.“Sukup positif bagi kami, cukup bagus. (Dia) salah satu pemain yang memiliki pengalaman bagus dan dapat membantu tim ini. Saya sebagai pelatih senang, karena kami punya pemain seperti dia,” jelas mantan pelatih Borneo FC ini.Sebelumnya Dejan menjelaska, besarnya tim ini tidak hanya karena dihuni banyak pemain berkelas,namun, kerja sama tim.“Lagi, satu tim kuat bukan karena kami punya superstar. Satu tim bagus karena kami kerja sama-sama untuk Madura. Kalau kami sudah siap, pasti bisa bikin Madura lebih besar, lebih terkenal, dan Puji Tuhan kami dapat satu tropi musim ini,” tandasnya.***

Gallery